Sabtu, 31 Juli 2010

NERS AYO KULIAH DI JEPANG



Warning!
Tulisan ini masih sangat sederhana utk menjelaskan “jalan” kuliah ke jepang, masih banyak sejawat mungkin yang lebih kompeten utk menjelaskan, namun sayang informasi tentang kiat dan strategi untuk kuliah di negeri sakura sangat minim dikalangan sejawat ners.


Kalimat-kalimat kebesaran Allah SWT yang saya gunakan sama sekali bukan untuk berdakwah, tapi sesuatu yg tidak bisa saya sembunyikan karena memang fakta yang berlaku pada diri saya selaku penulis. Bila anda tidak sependapat dengan prinsip ini, mohon postingan ini diabaikan.


 Kanazawa University, Kakuma Campuss

Melanjutkan kuliah ke jenjang master dan doctor mungkin merupakan impian anda, sejauh mana mimpi tersebut menjadi kenyataan tentunya berbanding lurus dengan langkah apa yang sudah kita kerjakan….Berdasarkan pengalaman yang saya jalani sejak awal maka langkah-langlah untuk bisa kuliah ke jepang sebagai berikut:

1. Niat dan yakin dengan kalimat Allahu Akbar.
Apa maksudnya…..? maksudnya bahwa kita menghadirkan dulu kebesaran Allah SWT dalam diri kita, batin kita, hati kita dan keluarkan kebesaran dunia dari hati kita. Implementasinya adalah kita bisa atau tidak kuliah ke luar negeri tidak ditentukan oleh skor TOEFL, skor IELTS, IQ, IP akhir, atau karena beasiswa Monbusho, Ford Foundation, Fullbright, ADS, dll.
Sama sekali tidak, Allah maha besar dengan segala kebesarannya, jangan kecilkan kebesaran Allah SWT dengan kebesaran dunia. Konsep ini sangat penting untuk anda install di dalam otak kanan anda…dekatkan hubungan dengan Allah SWT, insya Allah pertolongan Allah SWT akan datang. Bukankah menuntut ilmu hingga ke negeri cina merupakan sunnah Rasulullah SAW.

2. Berani
Semua orang punya keinginan tapi tidak semua orang berani melangkah. Dan untuk melangkah dibutuhkan keberanian. Keberanian untuk berkorban, berani mengambil keputusan, tidak menunda, tidak menunggu. Walaupun anda telah memiliki niat yang kuat, tapi otak kiri anda biasanya akan menghalang-halangi anda melalui alasan-alasan logis. Bagaimana dengan biaya? Bagaimana dengan keluarga? Izin atasan? Bahasa jepang wakarimasen! Alasan-alasan ini terus mengiang-ngiang di telinga anda membuat anda jalan di tempat tidak berbuat.

Nah, kalau anda sudah sepakat dengan dua prinsip diatas, mari kita mulai…

Sistem Pendidikan Tinggi di Jepang berbeda dengan negara lain. Di Jepang seorang Professor memiliki wewenang yang sangat besar termasuk dalam proses penerimaan mahasiswa baru. Hal ini tentunya sedikit berbeda dengan negara-negara lain, termasuk Indonesia, dimana ketika seorang calon mahasiswa ingin melanjutkan Master atau Doctor maka harus mendaftar melalui Universitas terlebih dahulu. Di Jepang, langkah pertama adalah mencari Professor yang bersedia menjadi supervisor (pembimbing). Proses ini juga berlaku bagi mahasiswa Jepang itu sendiri. Setelah anda mendapat Professor barulah anda bisa mendaftar di Universitas (pendaftaran administrasi, tes tertulis, dan wawancara). Untuk wawancara biasanya ada 3 professor yang akan mewawancarai anda (termasuk Professor pembimbing anda).

Nah, bagaimana mendapatkan Professor…?

Untuk diketahui, bukan hanya anda yang butuh professor, tapi Professor juga membutuhkan mahasiswa asing. Seorang professor di Jepang bisa go internasional karena mahasiswa asing yang dibimbingnya. Begitu juga Universitas Jepang, mereka juga membutuhkan mahasiswa asing untuk menaikkan ratingnya. Rating naik, dana hibah meningkat, bantuan riset mengalir, dan seterusnya.
Ada banyak jalan untuk mendapatkan seorang professor, kenalan saat kongres, diperkenalkan oleh kolega, atau lewat om google. Anda bisa memulai dengan mencari universitas jepang melalui link ini http://www.asahi-net.or.jp/~tc9w-ball/useful/Juniversities.htm atau link ini http://www.nigelward.com/top30.html namun perlu untuk diketahui Universitas dengan rating yang tinggi biasanya mempersyaratkan skor TOEFL yang tinggi, namun sekali lagi TOEFL bukan penentu, kita bisa mencari universitas lain dengan kualitas yang tidak jauh beda.
Apabila homepage universitas yang anda buka tidak memiliki link “English” tinggalkan, cari yang lain…kecuali kalau anda mau mentranslate kata per kata lewat google translator.  Setelah dapat carilah departemen nursing; faculty of Nursing, school of nursing, atau school of health science. Kemudian pelajari latar belakang professor (jangan yang masih associate). Dari sini anda sudah bisa merencanakan apa tema riset anda.

Bagaimana bila professor belum memberikan jawaban ?

Setelah anda mengemail seorang professor, sebaiknya anda sabar menunggu 2-3 minggu. Ada beberapa kemungkinan mengapa professor belum membalas email anda.
Pertama professor memiliki keterbatasan bahasa inggris sehingga tidak memahami maksud anda, atau malah salah menafsirkan kalimat-kalimat anda. Untuk itu buatlah email yang singkat dan jelas tanpa basa basi. Kedua walaupun email anda belum dibalas, bukan berarti email anda belum dibaca. Seorang professor dalam satu hari bisa menerima puluhan bahkan ratusan email setiap harinya. Belum lagi kegiatan rutin lainnya yang membuat professor sangat sibuk, sehingga tidak ada waktu untuk membalas email anda, solusinya anda bisa kirim email kedua setelah 1 minggu. Kemungkinan ketiga, Professor merasa tidak pantas membimbing anda. Professor di Jepang memiliki sifat tawadhu dan menghargai disiplin ilmu yang lain. Jadi manakala tema proposal riset anda tidak sejalan, maka professor akan berpikir dua kali untuk bisa menerima anda.

Sebagai informasi tambahan, professor di Jepang sangat bertanggung jawab bukan hanya untuk kegiatan akademik anda tapi juga kehidupan harian anda. Tentunya sebelum professor memutuskan apakah akan menerima anda, terlebih dahulu ia akan memikirkan bagaimana kehidupan anda di jepang (termasuk biaya hidup). Dua minggu sebelum keberangkatan saya, eligibility document saya hilang sehingga Konjen Jepang tidak bisa mengeluarkan visa untuk saya. Mau kiamat rasanya, tapi Alhamdulillah dengan kewenangan yang melekat pada seorang Professor dan rasa tanggung jawabnya yang tinggi beliau bisa melobi pihak Universitas agar saya tetap bisa mengikuti perkuliahan walaupun sudah terlambat satu bulan.


Bagaimana bila professor memberikan jawaban tidak ?
Jangan putus asa ners, ribuan professor di Jepang menunggu anda…sebaiknya anda mereply emailnya dan katakan thank you very much, but can you refer me to your colleague or to another professor,  atau gombalan lainnya tapi tetap dengan santun. Biasanya rekomendasi dari seorang professor cukup ampuh untuk mendapatkan professor target yang ke II (untuk hal ini sy sendiri mengalami). Ini contoh email penolakan halus dari seorang professor:

Dear Mr. Saldy,
Thank you very much for your email and also your interest to our lab. I already read your research plan and found it interesting and also recommendation form from xxx However at this time we do not have any plan to introduce maggot therapy in our lab. About your intention, basically at this time we already had 5 international student so that I need to think about your intention whether I can accept you or not and I also think another option.
Thank you very much

Email ini kemudian saya jawab:

Dear Prof. xxx
I am so appreciate for your attention reading my documents including my proposal research. I know you must be busy but you can spend your time to review my proposal I am so thankful for it. Prof I wanna tell you something... If the problem is my proposal I am already to change my proposal research. If the problem is your lab was fully with international students, I am ready for waiting next year or two years later as long as you pick me in waiting list. But If because I am not eligible to admitted in your lab, I beg your kind to recommended myself to your colleague or another options as you said.
Thank you so much, I am waiting your merciful.
Best regard



Setelah Dapat Professor?

Ikuti petunjuknya dan tetap kontak, kalau perlu anda menelpon langsung sekedar mengucapkan terima kasih…. Buatlah tema riset yang sesuai dengan keahlian professor target anda, bila backgroundnya pediatric jangan bikin proposal riset komunitas. Bila backgroundnya qualitative jangan bikin desain quantitative, bila field researchnya in vitro jangan bikin in vivo, dan seterusnya. Karena professor di Jepang hanya focus pada satu bidang, bila anda mengajukan proposal diluar bidangnya pasti akan menjadi spam email di inbox professor (ini penting untuk diperhatikan…). Bila Professor target anda memiliki design paten, misalnya “anxiety tools” maka sebaiknya tool tersebut anda masukkan dalam design penelitian anda, biar Professornya terkesan….

Nah sekarang anda yang menentukan, apakah pikir-pikir dulu atau mau langsung bertindak. Kalau anda memang mau, sekarang juga open new link tab, buka google, cari professor. Minimal dalam satu hari ada satu professor yang anda email, maka tunggu hasilnya dalam satu bulan. Insya Allah, jangan lupa berdoa…sampai ketemu di Jepang.
 
Saldy Yusuf
Clincial Nursing Departement
Kanazawa University

Further reading:

41 komentar:

Anonim mengatakan...

kak, bagaimana memilih prof yang baik.mksdnya, jgn sampai kita memilih prof yg tidak menerima bimbingan.
dan,mau ngomong apa kalo pertama kali email?

Saldy Yusuf, S.Kep.Ns.ETN. mengatakan...

@ Anonim, Professor (Shensei) di Jepang sangat bertanggung jawab, kalau memang Professor tidak mau membimbing maka ia akan katakan sejak awal. Saat email pertama kali, perkenalkan diri anda, latar belakang pendidikan (klu bisa attach CV) dan langsung sampaikan; saya bermaksud melanjutkan study Master/Doctor di departement (laboratorium) professor.

Sanco Irianto A, S.Kep.Ns mengatakan...

Hebat Ners, ini dia postingan yg sy tunggu2. Sy harapkan teman2 lain yg sdh/sedang kuliah di Luar Negeri agar berbesar hati memberikan trik2nya seperti bang Saldy, semua demi kemajuan keperawatan Indonesia.
Saldy, bgmn bila kuliah di negara lain selain di jepang, apakah sama sperti di Jepang, dmana seorang Prof. memegang peranan penting?

Saldy Yusuf, S.Kep.Ns.ETN. mengatakan...

@ Ners Sanco, terim kasih. Mudah2an puluhan bahkan ratusan perawat Indonesia mengalir ke Jepang melanjutkan studi Master atau Doctor, sekaligus mengambil harta rampasan perang, hehehe..

Anton wijaya mengatakan...

Assallamuallaikum Ners, Selamat telah melanjutkan pendidikan ke jepang.

Saya kagum dengan trik/cara ners saldy utk melanjutkan pendidikan, namun saya belum dapat bocoran di postingan ini tentang biaya untuk melanjutkan study ke jepang, kemudian kalau saya hanya S,Kep dengan kata lain belum menyelesaikan program Ners, apa bisa mengambil program S2 Keperawatan di jepang. Semoga Ners Saldy berbaik hati untuk menjelaskan, Terima kasih untuk itu.

Wassallam...

bocahbancar mengatakan...

Subhanallah,,,

Insyaallah saya akan mencari Social Work Department untuk S-2 saya nanti,, (Sekarang baru semester 5)

Salam semangat selalu dan terima kasih sharing yang sangat bermanfaat ini ^_^
http://bocahbancar.wordpress.com/

Saldy Yusuf, S.Kep.Ns.ETN. mengatakan...

@Bocahbancar, good luck, salam kenal...ganbatte kudasai...

Saldy Yusuf, S.Kep.Ns.ETN. mengatakan...

@ Anton Wijaya, wa alaikummussalam...
Kisaran biaya untuk graduate (master) student, examination fees 30.000 yen, admission 282.000 yen, tutition fee (annual) 535.800 yen..dengan ijazah S.Kep. (BSN) anda sudah bisa mendaftar...

Subhan mengatakan...

makasih, informasinya sangat berarti. anda seorang motivator bagi diri saya. semoga sukses sobat!!

Saldy Yusuf, S.Kep.Ns.ETN. mengatakan...

@ Ners Subhan, trims doanya....

fakhri mengatakan...

aslmkm mas saldy . .
pstingan anda membuat hati saya tergugah.
trus terang saya ingin melanjutkan kuliah di jepang. sekarang saya sedang menjalani masa magang di jepang di tahun ke2. ingin saya, setelah program itu selesai di lanjutkan dengan kuliah di sini dengan jurusan keperawatan.
saya baru lulus sma.
apakah ada saran yang bisa mas saldy buat saya?

Saldy Yusuf, S.Kep.Ns.ETN. mengatakan...

@ Fakhri, sebenarnya bung Fakhri sudah punya peluang besar untuk bisa kuliah di jepang, mumpung ada di jepang coba cari shensei (ada banyak cara dapat shensei, yg penting mau mencari)...apalagi baru tahun ke dua, berarti masih ada waktu satu tahun untuk hunting shensei....masalah2 lain tidak usah dulu dipikir, pokoknya cari shensei yang bersedia jadi supervisor...ganbatte kudasai

Anonim mengatakan...

assalamu'alaikum wr.wb....
selamat ya bang telah melanjutkan pendidikan di jepang...
perkenalkan saya rita novianti jurusan ilmu kesehatan masyarakat dan baru semester 5, saya sangat tertarik untuk melanjutkan S2 ke jepang bang,, kira2 ada gak bang untuk s2 jurusan ilmu kesehatan masyarakat dan di universitas mana bang???

Oneal dahyan zon mengatakan...

wow keren bener kak.... saya sangat tertarik kak... mksh masukannya.... mohon bantuannya kak,blh dijelasin sedikit tentang proposal yang harus kita bikin...... makasih kak sebelumnya.

Anonim mengatakan...

Bang Saldy slm knal...infonya sangat memotivasi...boleh sy minta no hp bang buat konsultasi n share ttg ini..Ns Aten (085237598937)

Saldy Yusuf, S.Kep.Ns.ETN. mengatakan...

@ Oneal, insya Allah akan sy posting tips membuat proposal, mudah2an tidak lupa :)

Saldy Yusuf, S.Kep.Ns.ETN. mengatakan...

@Anonim, saya masih di jepang ners, korespondensi lewat email saja atau fb saya....ditunggu ya

ipongerz mengatakan...

Assalamu'alaikum....
kang, saya irfan dr cirebon mohon bimbingannya...
terimakasih banyak kang, alhamdulillah setelah membaca catatan akang di blog saya termotivasi untuk mengikuti jejak akang saldy.
mdh2an bisa menjalin silaturahmi kedepannya, klo kang saldy punya wktu luang boleh ngk share pengalaman kang saldy atau pun kiat2 untuk bisa sekolah ke luar khususnya ke jepang.
saya punya mimpi yang sama seperti kang saldy dulu, untuk bisa belajar di jepang khususnya untuk melanjutkan pendidikan keperawatan.
saya lulus D3 keperawatan tahun 2010, sekarang saya sedang ikut kursus bahasa jepang, rencananya pengen ikut program bnp2tki prog. G to G, selain itu saya juga ingin melanjutkan sekolah saya. mohon bimbingannya, terimakasih.....

Anonim mengatakan...

Ass....kak sy susanti dari UNHAS Makassar...sekarang msh sementara menjalani profesi Ners...kak kira2 bisa tdk kalau masih S.Kep trus kita mendaftar..???

Anonim mengatakan...

Aslmkum, kak kan kita udah ners, apakah bisa kuliah tp sambil kerja jd perawat?

Anonim mengatakan...

Aslmkum, kak, kan kita udah jd ners, bisa ga kul tp sambil kerja jd perawat?

Reny_Hartikasari mengatakan...

assalamualykum ka'...
perkenalkan saya Reny, saat ini sedang menempuh semester 8 di PSIK-FK Univ.Brawijaya Malang
..pertengahan juni insyallah yudisium S,Kep dan mulai profesi..
maaf..untuk pertimbangan memilih univ.yg ada keperawatannya spt apa ya? trus kakak kan ini ambil ttg enterostomal ya proposalnya..itu guide untuk memilih tema proposal spt apa ya?
klo boleh taw apa fb/twitter kakak? maw ngobrol lebih jauh..karena saya ingin melanjutkan studi di jepang insyallah..tapi di UB sangat minim sekali info S2 terutama ke jepang...mhon balasannya
wassaalam ^^

Saldy Yusuf, S.Kep.Ns.ETN. mengatakan...

email saja sy di; saldy_yusuf@yahoo.com

Saldy Yusuf, S.Kep.Ns.ETN. mengatakan...

wa al...untuk daftar kuliah di jepang jelas sudah bisa, tapi utk kuliah sambil kerja sebagai perawat mungkin agak sulit karena persoalan visa dan registrasi nurse, tapi kerja sambilan atau arubaito tetap bisa dilakukan

Saldy Yusuf, S.Kep.Ns.ETN. mengatakan...

Wa al, dear kang ipongerz, senang bisa berbagi dengan sejawat perawat di Indonesia, luar biasa kalau sudah kursus nihon go, lanjutkan saja, insya Allah ada banyak kesempatan untuk ke negeri sakura

Saldy Yusuf, S.Kep.Ns.ETN. mengatakan...

ners Aten qta komunikasi via email saja ya, saldy_yusuf@yahoo.com

Saldy Yusuf, S.Kep.Ns.ETN. mengatakan...

bang Subhan sama-sama...sukses juga buat anda sobat

Saldy Yusuf, S.Kep.Ns.ETN. mengatakan...

wa al, sebenarnya bisa saj, tapi sebaiknya selesaikan dulu program nersta...

Anonim mengatakan...

aslmkm..
bang, postingan tips membuat proposal bs diakses dimana ya?
berarti kalo kita udah buat proposal, cari professor yang sesuai dengan proposal kita ya?
tks..

hany mengatakan...

asalamualaikum ners.
sangat menarik membaca tulisan anda.
untuk membuat proposal research, apkah ada ketentuan khusus dalam penyusunannya? apakan berupah proposal fix atau baru rancangan umum?

mengenai pembiayaan kuliah, mungkin kah setelah mendapatkan profesor, si profesor juga turut membantu pencarian beasiswa atau keseluruhan biaya setelah kita diterima menjadi tanggung jawab kita sendiri?

Anonim mengatakan...

kalau boleh tahu riset ners aldy tentang apa?supaya bisa menjadi gambaran buat saya

Anonim mengatakan...

abang saldy sy pingin sekali sekolah ke jepang tp skort TOEFL sy masih rendah......apa sy harus kursus dulu yahh selama satu tahun untuk menaikkan skor toefl saya......mohon saran abang?????

Fitriani Dilara Eiliyah mengatakan...

Assalamualaikum...
Saya salah satu mahasiswa Ns. Saldy di UIN Alauddin Makassar Kep. A semester V. saya sangat tertarik kuliah di Jepang, beberapa tips ns. Saldy udah saya baca dan siapa tau ada info lagi tentang beasiswa ke Jepang dsb, mohon dishare yah pak ^_^

rendi setiadi mengatakan...

terim kasih banyak atas informasinya

Anonim mengatakan...

Aslm.. sebelumnya makasih share infonya akhi.. membaca n menyimpulkan dari komen sejawat ners n jawaban akhi: berarti mulai awal kuliah belum ada beasiwa, atau beasiswa baru turun pada semeter sekian selama proses perkuliahan.. begitukah akhi...?? henry/Jember

Esti Cahyaningrum mengatakan...

Assalamualaykum
Alhamdulillah, terima kasih Mas Saldy Yusuf (bolehkah saya sapa begitu ?) atas info dan semangatnya... Perkenalkan saya Esti, mahasiwa tingkat akhir program S1 Keperawatan. Setelah saya membaca artikel ini, secara nyata sangat memotivasi saya untuk "Allahu Akbar dan Berani" :b


Bolehkah saya mengenal lebih jauh tentang keperawatan di Jepang melalui Mas Saldy via email ?
Jika diizinkan saya mengucap syukur Alhamdulillah

Semoga Mas Saldy Yusuf sukses, dilancarkan segala urusan dunia dan akhirat, damai selalu.... aamiin ya Rab

"I am proud to be nurse"

tata eline mengatakan...

Ass, ingin bertanya pak.apa untuk kuliah di jepang harus lulus profesi ners?terimakasih

Sukma Dewi mengatakan...

Assallamualaikum.
Saya sangat senang membaca tulisan sangat memotivasi.
boleh bertanya ya..saya tamatan ners dan s2 ikm. Bisakah saya mengsmbil s3 keperawatan lg di jepang. Apakah saya hr riset nya keperawatan atau kesehatan masyarakat. Mhn arahannya.
wassalam. Jazakillah khoir

nasrulwathoni.com mengatakan...

Ass, salam kenal kang... kebetulan saya lagi kuliah s3 di Kumamoto Univ di bagian Farmasi tentang luka juga, tapi membuat sediaan wound dressing.

Oh ya, kalo berkenan blognya saya tampilkan di page blog alumni boleh?
seperti ini
http://nasrulwathoni.com/blog-alumni/

Trims

nasrul wathoni mengatakan...

Ass, salam kenal kang... kebetulan saya lagi kuliah s3 di Kumamoto Univ di bagian Farmasi tentang luka juga, tapi membuat sediaan wound dressing.

Oh ya, kalo berkenan blognya saya tampilkan di page blog alumni boleh?
seperti ini
http://nasrulwathoni.com/blog-alumni/

Trims

Ns Nunung mengatakan...

Hajimimaste...
Watashiwa nunung desu...
Aku bru sja mnyelesaikan S1 keperawatan di slah satu universitas swasta dan brniat mlanjutkn s2... aku mau nanya kak,, mmang klo mw mlnjuttkn master d jpang hrus ada proposal riset gitu ya?? Makasih sblum.y kak... Arigatou gozaimasu...